...
Advertisement

Beberapa perangkat Apple yang populer akan tinggalkan pengguna tanpa dukungan resmi

Beberapa perangkat Apple yang populer akan tinggalkan pengguna tanpa dukungan resmi Beberapa perangkat Apple yang populer akan tinggalkan pengguna tanpa dukungan resmi
Beberapa perangkat Apple yang populer akan tinggalkan pengguna tanpa dukungan resmi

Apple baru saja mengumumkan bahwa beberapa perangkat populernya telah diklasifikasikan sebagai “obsolete” (usang). Artinya: perangkat-perangkat ini tidak lagi mendapatkan perbaikan resmi, penggantian suku cadang, atau layanan hardware di toko Apple maupun penyedia layanan resmi pihak ketiga. Bagi pengguna yang masih memakai perangkat tersebut, ini bisa berarti jika ada kerusakan fisik — seperti baterai, layar, atau komponen internal — maka tidak ada dukungan resmi.

Salah satu korban terbaru adalah iPhone SE (1st generation) (rilis 2016) — sebuah perangkat populer sebagai iPhone “entry-level” pertama Apple.

Apa Artinya “Obsolete” dalam Terminologi Apple

Menurut Apple, sebuah produk dianggap usang jika sudah lebih dari tujuh tahun sejak Apple berhenti mendistribusikannya untuk dijual. Konsekuensi utama dari status ini meliputi: 

  • Tidak ada layanan perbaikan: Apple Stores dan Penyedia Layanan Resmi Apple tidak dapat lagi memesan suku cadang atau menawarkan perbaikan perangkat keras untuk produk tersebut.
  • Risiko keamanan: Perangkat tidak akan lagi menerima pembaruan sistem operasi (iOS) atau patch keamanan penting, membuatnya lebih rentan terhadap ancaman siber seiring berjalannya waktu.
  • Ketidakcocokan aplikasi: Aplikasi pihak ketiga, seperti WhatsApp, secara bertahap juga akan menghentikan dukungan untuk perangkat lama yang tidak memenuhi persyaratan sistem operasi minimum. 

Perangkat yang Terdampak

Pada tahun 2024 dan 2025, beberapa perangkat telah ditambahkan ke daftar usang atau “jadul” (vintage – yang berarti dukungan masih tersedia tergantung ketersediaan suku cadang, tetapi akan segera berakhir):

  • iPhone 6 Plus: Secara resmi dinyatakan usang secara global pada April 2024.
  • iPad mini 4: Dianggap produk “jadul” (vintage), yang merupakan langkah sebelum menjadi usang.
  • Model Lainnya: Perangkat lain yang telah atau akan segera menjadi usang termasuk iPhone SE (generasi pertama), iPad Pro 12,9 inci generasi kedua, dan beberapa model Apple Watch Series 4. 

Pengguna perangkat ini disarankan untuk mempertimbangkan beralih ke model yang lebih baru untuk memastikan keamanan, kinerja, dan dukungan aplikasi yang optimal.

Implikasi Teknis dan Risiko bagi Pengguna

Dari sudut pandang teknis dan pengguna, keputusan ini membawa sejumlah konsekuensi:

  • Tidak ada jaminan hardware — jika baterai kembung, layar retak, port rusak, dan lain-lain — mungkin Anda harus mengganti seluruh perangkat, karena suku cadang resmi tidak tersedia lagi.
  • Kemungkinan keterbatasan kompatibilitas aplikasi/OS — meskipun keputusan “obsolete” lebih ke hardware/servis, perangkat semacam ini biasanya juga sudah tidak mendapatkan update sistem operasi atau keamanan secara resmi (tergantung kebijakan Apple).
  • Risiko keamanan & keandalan menurun — tanpa dukungan resmi, jika terjadi kerusakan kritis (misalnya memori, storage, komponen penting lain), perbaikan pihak ketiga terpercaya bisa sulit atau mahal — atau pengguna terpaksa memakai perangkat tanpa garansi keamanan.
  • Nilai jual kembali menurun drastis — perangkat yang sudah “obsolete” biasanya tidak diminati di pasar bekas, karena pembeli tahu sudah tidak layak servis resmi.

Mengapa Apple Melakukan Ini — Perspektif Industri & Manajemen Siklus Produk

Dari sudut pandang strategi produk dan bisnis, ada beberapa alasan:

  • Efisiensi manufaktur & logistik: setelah lebih dari 7 tahun, volume permintaan suku cadang menurun drastis; mempertahankan produksi spare-part tidak efisien.
  • Dorongan untuk adopsi teknologi baru: perangkat lama cenderung memakai arsitektur lama (chip, layar, baterai) sehingga sulit mendukung fitur baru. Mendorong pengguna upgrade membantu Apple menjaga ekosistem modern dan konsisten.
  • Manajemen siklus hidup produk: dengan memutus siklus dukungan, Apple bisa mengalokasikan sumber daya untuk perangkat dan fitur terbaru, menjaga kualitas layanan bagi mayoritas pengguna.

Meski logis dari segi bisnis, kebijakan ini tetap mengecewakan sebagian pengguna loyal — terutama mereka yang masih merasa perangkat lama sudah memadai.

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Submit Comment

Dapatkan Informasi Lainnya

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use